HILANG . . .
Bagaikan bintang yang kehilangan sinarnya di siang hari
Bagaikan tulisan pasir yang tersapu ombak
Bagaikan hujn yang melenyapkan bara api
BERJALAN . . .
Bersama kenangan indah
Yang berteman sepi
Dengan ribuan harapan yang mengasyikkan
Namun, menyakitkan hati
DISINI, Hanya . . .
Menunggu
Menanti
Sebuah CAHAYA indah yang kekal abadi
My Design
Jumat, 12 Desember 2014
Jumat, 17 Januari 2014
Pasar Malam Jhy Kwodong
By : Andri Adi Gunawan
Pasar malam ji kwodong, yaaaa cuman sebuah pasar
malam. Di mana terdapat beberapa penjual yang tersedia dan terkadang tersedia
permainan untuk anak-anak dan dewasa. Sebuah tempat yang di sulap menjadi pasar
yang hanya terjadi satu transaksi pada malam hari. Bagi sebagian besar
masyarakat mungkin berpikir bahwa pasar malam sangatlah sederhana dan tidak
semegah dengan mall-mall yang berdiri kokoh di sepanjang sudut-sudut kota
besar. Akan tetapi, sebagian besar yang memiliki penghasilan pas-pasan untuk
mengcukupi hidupnya, mungkin pasar malam sangatlah cocok untuk melepaskan
segala kepenatan yang ada dalam kehidupan. Apakah itu tentang asmara, masalah
kehidupan sehari-hari atau apalah, aku juga tak tahu itu. Terkadang aku iri
kepada mereka yang memiliki uang banyak dan melimpah, mereka bisa melakukan apa
saj yang mereka inginkan. Mereka dapat membeli barang-barang mewah yang ada di
mall-mall, menikmati makanan yang ada di mall-mall dan menikmati segala
fasilitas yang ada di dalamnya. Tapi apalah buat mereka yang hidup di kehidupan
yang serba pas-pasan, tak dapat menikmati itu semua jika tak memiliki
penghasilan lebih. Hanya pasar malamlah, tempat mereka melepaskan segala
kepenatan mereka dalam sehari. Walaupun makanannya hanya beralaskan tenda
plastik, duduk di sebuah bangku panjang dan hanya makan di meja kayu yang sudah
tak utuh catnya. Terkadang m=bagi mereka yang memiliki uang banyak, meremehkan
pasar malam. Asalan mereka pun beragam, mulai dari kebersihan hingga
keamanannya. Mereka lebih memilih mall-mall untuk menghabiskan uang mereka yang
telah mereka terima dari bos-bos mereka. Pasar malam, hanyalah sebuah kawasan
yang tak menetap pada satu tempat. Terkadang berpindah-pindah untuk mencari
wilayah-wilayah yang memiliki minat kepada pedagang yang ada di dalamnya. Tak
sama dengan mall-mall, pasar malam hanyalah sebuah pasar yang menyediakan
sarana yang tak semegah dengan mall-mall. Itulah pasar malam, selalu ada di
antara megahnya mall-mall yang ada. Karena pasar malam merupakan solusi untuk
mereka yang memiliki penghasilan rendah. Tetaplah hidup pasar malam, walaupun
mall-mall kini menjulang tinggi di antara pasar malam.
Kesepianku
By : Andri Adi Gunawan
Mungkin tak semua orang bisa merasakan yang namanya
kebahagiaan, tak jarang diantara kita yang masih menghadapi yang namanya
kesepian, terkadang itu pula yang kurasakan di saat orang-orang lainnya
merasakan kesenangan dan kebahagiaan dan aku hanya duduk menyendiri tanpa
seseorang yang ingin menemaniku di malam yang sunyi ini. Hanya kicauan jangkrik
yang trus berbunyi dan dentuman kembang api yang terus mewarnai langit-langit
malam yang tanpa bintang. Hanya akulah yang mungkin bisa merasakannya kesunyian
ini yang sakitnya sampai menusuk hati dan melemaskan seluruh badanku untuk
beraktifitas seperti biasanya. Seseorang yang ku anggap dapat menghilangkan
kesepian ini hanya bisa bersenang-senang. Yaaaa, walaupun aku ingin
menghentikannya tapi ku pikir, aku tak punya hak untuk menentukan kebahagiaan
orang lain juga. Ku pendam rasa kesepian ini seorang diri, hanya aku yang ingin
merasaknnya. Aku tak ingin membuat orang-orang disekitarku merasakannya juga.
Ku terus berupaya membuat mereka tersenyum dan tak merasakn kesepian seperti
apa yang biasa ku rasakan. Yaaaa, beginilah hidupku. Hidup yang tak tentu
arahnya. Hanya berjalan mengikuti arus yang mengalir, yang menghanyutkanku
hingga diujung muara sungai kehidupanku. Aku tak tahu apa yang harus ku
lakukan. Aku tak ingin masuk ke dalam dunia yang kelam lagi. Aku tak ingin
menikmati lagi yang namanya ura-ura. Kadang ku berpikir, apakah tujuanku datang
di kota ini. Kota yang tak seramai dengan kota yang aku tinggali beberapa bulan
yang lalu untuk dapat masuk di perguruan tinggi di kota ini. Kota yang memiliki
masyarakat mayoritas muslim dan seperti ku hidup di negara Timur Tengah yang
rata-rata kaum muslim yang taat agama. Terkadang aku tak mengerti, kenapa
mereka sangat membela agama mereka di sebuah negara yang hanya bukan agama
mereka saja yang ada. Terkadang ku bertentangan dengan mereka walaupun ku tahu
kalau aku juga seagama dengan mereka. Di kota ini, banyak cerita dan kenangan
yang tak terlupakan. Dari yyang menyenangkan sampai yang menyakitkan hati. Aku
tak tahu, kenapa di kota ini bagaikan kota yang tak terurus. Apakah kota ini
memiliki banyak korupto sehingga banyak tikus-tikus yang berkeliaran. Tak di
pantai, di perumahan, di tempat umum, semuanya pasti ada tikus-tikus yang
berkeliaran. Apakah kota ini sebuah gudang sampah yang banyak menyediakan
sampah-sampah untuk para tikus yang berkeliaran. Tak ku mengerti pula, kenapa
orang pribumi kota ini sangat bertentangan dengan orang-orang yang berasal dari
pulau seberang. Mereka selalunya bertengkar dan pertengkaran mereka terkadang
hanya persoalan sepeleh. Mulai dari
tegur-menegur hingga permasalahan suku dan ras. Aku tak tahulah apa yang
terjadi dengan kota ini, di manakah letak pemerintah di kota ini. Bagaikan kota
ini tanpa seorang pemimpin. Yaaaaa, begitulah sepantasnya. Mengapa? Karena
mereka hanya bisa lewat-lewat saja di jalan raya dengan mobil-mobil gagah
mereka yang di kawal oleh motor-motor besar kesayangan mereka. Saat ini, aku
hanya ingin melampiaskan rasa kesepianku pada tulisan ini. Aku merasakan bahwa
aku hanya sekian persen saja dari hidupnya. Aku tak terlalu penting baginya.
Yaaaaa, perasaan begitulah yang sering aku rasakan dikala dia bisa tertawa
bersama dengan orang-orang di sekitarnya. Aku tahu, mungkin aku salah jika
berpikiran begitu. Tapi hanya itulah yang terlintas di pikiranku. Apakah aku
berarti baginya? Atau aku hanyalah seseorang yang hanya mengisi harinya di saat
dia sedih saja. Masa bodoh dengan semuanya. Yang terpenting ialah, tujuan aku
ke kota ini apa? Dan maau ke mana diriku ini setelah semuanya berakhir. Masih
banyak gunung kehidupan yang ingin ku daki. Aku tak ingin menyerah begitu saja
dengan kehidupanku ini. Aku ingin juga bahagia seperti mereka. Aku ingin juga
menggapai segala mimpiku. Aku tak ingin alah dengan mereka. Aku akan
membuktikan kepada mereka bahwa akulah yang pantas menduduki puncak tertinggi.
Aku takkan menyerah hingga aku tak berdaya lagi. Aku tak ingin jatuh dan
terjatuh terus oleh keadaanku. Aku akan memperihatkan kepada mereka, siapakah
yang terkuat di antara kita. Apakah aku atau mereka. Akan ku buktikan semua di
akhir perjalanan dunia ini. Aku tak akan kalah….
Langganan:
Komentar (Atom)