My Design

My Design

Jumat, 17 Januari 2014

Pasar Malam Jhy Kwodong



By : Andri Adi Gunawan

 
Pasar malam ji kwodong, yaaaa cuman sebuah pasar malam. Di mana terdapat beberapa penjual yang tersedia dan terkadang tersedia permainan untuk anak-anak dan dewasa. Sebuah tempat yang di sulap menjadi pasar yang hanya terjadi satu transaksi pada malam hari. Bagi sebagian besar masyarakat mungkin berpikir bahwa pasar malam sangatlah sederhana dan tidak semegah dengan mall-mall yang berdiri kokoh di sepanjang sudut-sudut kota besar. Akan tetapi, sebagian besar yang memiliki penghasilan pas-pasan untuk mengcukupi hidupnya, mungkin pasar malam sangatlah cocok untuk melepaskan segala kepenatan yang ada dalam kehidupan. Apakah itu tentang asmara, masalah kehidupan sehari-hari atau apalah, aku juga tak tahu itu. Terkadang aku iri kepada mereka yang memiliki uang banyak dan melimpah, mereka bisa melakukan apa saj yang mereka inginkan. Mereka dapat membeli barang-barang mewah yang ada di mall-mall, menikmati makanan yang ada di mall-mall dan menikmati segala fasilitas yang ada di dalamnya. Tapi apalah buat mereka yang hidup di kehidupan yang serba pas-pasan, tak dapat menikmati itu semua jika tak memiliki penghasilan lebih. Hanya pasar malamlah, tempat mereka melepaskan segala kepenatan mereka dalam sehari. Walaupun makanannya hanya beralaskan tenda plastik, duduk di sebuah bangku panjang dan hanya makan di meja kayu yang sudah tak utuh catnya. Terkadang m=bagi mereka yang memiliki uang banyak, meremehkan pasar malam. Asalan mereka pun beragam, mulai dari kebersihan hingga keamanannya. Mereka lebih memilih mall-mall untuk menghabiskan uang mereka yang telah mereka terima dari bos-bos mereka. Pasar malam, hanyalah sebuah kawasan yang tak menetap pada satu tempat. Terkadang berpindah-pindah untuk mencari wilayah-wilayah yang memiliki minat kepada pedagang yang ada di dalamnya. Tak sama dengan mall-mall, pasar malam hanyalah sebuah pasar yang menyediakan sarana yang tak semegah dengan mall-mall. Itulah pasar malam, selalu ada di antara megahnya mall-mall yang ada. Karena pasar malam merupakan solusi untuk mereka yang memiliki penghasilan rendah. Tetaplah hidup pasar malam, walaupun mall-mall kini menjulang tinggi di antara pasar malam.

Kesepianku

By : Andri Adi Gunawan



Mungkin tak semua orang bisa merasakan yang namanya kebahagiaan, tak jarang diantara kita yang masih menghadapi yang namanya kesepian, terkadang itu pula yang kurasakan di saat orang-orang lainnya merasakan kesenangan dan kebahagiaan dan aku hanya duduk menyendiri tanpa seseorang yang ingin menemaniku di malam yang sunyi ini. Hanya kicauan jangkrik yang trus berbunyi dan dentuman kembang api yang terus mewarnai langit-langit malam yang tanpa bintang. Hanya akulah yang mungkin bisa merasakannya kesunyian ini yang sakitnya sampai menusuk hati dan melemaskan seluruh badanku untuk beraktifitas seperti biasanya. Seseorang yang ku anggap dapat menghilangkan kesepian ini hanya bisa bersenang-senang. Yaaaa, walaupun aku ingin menghentikannya tapi ku pikir, aku tak punya hak untuk menentukan kebahagiaan orang lain juga. Ku pendam rasa kesepian ini seorang diri, hanya aku yang ingin merasaknnya. Aku tak ingin membuat orang-orang disekitarku merasakannya juga. Ku terus berupaya membuat mereka tersenyum dan tak merasakn kesepian seperti apa yang biasa ku rasakan. Yaaaa, beginilah hidupku. Hidup yang tak tentu arahnya. Hanya berjalan mengikuti arus yang mengalir, yang menghanyutkanku hingga diujung muara sungai kehidupanku. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku tak ingin masuk ke dalam dunia yang kelam lagi. Aku tak ingin menikmati lagi yang namanya ura-ura. Kadang ku berpikir, apakah tujuanku datang di kota ini. Kota yang tak seramai dengan kota yang aku tinggali beberapa bulan yang lalu untuk dapat masuk di perguruan tinggi di kota ini. Kota yang memiliki masyarakat mayoritas muslim dan seperti ku hidup di negara Timur Tengah yang rata-rata kaum muslim yang taat agama. Terkadang aku tak mengerti, kenapa mereka sangat membela agama mereka di sebuah negara yang hanya bukan agama mereka saja yang ada. Terkadang ku bertentangan dengan mereka walaupun ku tahu kalau aku juga seagama dengan mereka. Di kota ini, banyak cerita dan kenangan yang tak terlupakan. Dari yyang menyenangkan sampai yang menyakitkan hati. Aku tak tahu, kenapa di kota ini bagaikan kota yang tak terurus. Apakah kota ini memiliki banyak korupto sehingga banyak tikus-tikus yang berkeliaran. Tak di pantai, di perumahan, di tempat umum, semuanya pasti ada tikus-tikus yang berkeliaran. Apakah kota ini sebuah gudang sampah yang banyak menyediakan sampah-sampah untuk para tikus yang berkeliaran. Tak ku mengerti pula, kenapa orang pribumi kota ini sangat bertentangan dengan orang-orang yang berasal dari pulau seberang. Mereka selalunya bertengkar dan pertengkaran mereka terkadang hanya persoalan sepeleh.  Mulai dari tegur-menegur hingga permasalahan suku dan ras. Aku tak tahulah apa yang terjadi dengan kota ini, di manakah letak pemerintah di kota ini. Bagaikan kota ini tanpa seorang pemimpin. Yaaaaa, begitulah sepantasnya. Mengapa? Karena mereka hanya bisa lewat-lewat saja di jalan raya dengan mobil-mobil gagah mereka yang di kawal oleh motor-motor besar kesayangan mereka. Saat ini, aku hanya ingin melampiaskan rasa kesepianku pada tulisan ini. Aku merasakan bahwa aku hanya sekian persen saja dari hidupnya. Aku tak terlalu penting baginya. Yaaaaa, perasaan begitulah yang sering aku rasakan dikala dia bisa tertawa bersama dengan orang-orang di sekitarnya. Aku tahu, mungkin aku salah jika berpikiran begitu. Tapi hanya itulah yang terlintas di pikiranku. Apakah aku berarti baginya? Atau aku hanyalah seseorang yang hanya mengisi harinya di saat dia sedih saja. Masa bodoh dengan semuanya. Yang terpenting ialah, tujuan aku ke kota ini apa? Dan maau ke mana diriku ini setelah semuanya berakhir. Masih banyak gunung kehidupan yang ingin ku daki. Aku tak ingin menyerah begitu saja dengan kehidupanku ini. Aku ingin juga bahagia seperti mereka. Aku ingin juga menggapai segala mimpiku. Aku tak ingin alah dengan mereka. Aku akan membuktikan kepada mereka bahwa akulah yang pantas menduduki puncak tertinggi. Aku takkan menyerah hingga aku tak berdaya lagi. Aku tak ingin jatuh dan terjatuh terus oleh keadaanku. Aku akan memperihatkan kepada mereka, siapakah yang terkuat di antara kita. Apakah aku atau mereka. Akan ku buktikan semua di akhir perjalanan dunia ini. Aku tak akan kalah….