My Design

My Design

Jumat, 12 Desember 2014

Sirna, By : Andri Adi Gunawan (28-10-94)

HILANG . . .
Bagaikan bintang yang kehilangan sinarnya di siang hari
Bagaikan tulisan pasir yang tersapu ombak
Bagaikan hujn yang melenyapkan bara api

BERJALAN . . .
Bersama kenangan indah
Yang berteman sepi
Dengan ribuan harapan yang mengasyikkan
Namun, menyakitkan hati

DISINI, Hanya . . .
Menunggu
Menanti
Sebuah CAHAYA indah yang kekal abadi

Jumat, 17 Januari 2014

Pasar Malam Jhy Kwodong



By : Andri Adi Gunawan

 
Pasar malam ji kwodong, yaaaa cuman sebuah pasar malam. Di mana terdapat beberapa penjual yang tersedia dan terkadang tersedia permainan untuk anak-anak dan dewasa. Sebuah tempat yang di sulap menjadi pasar yang hanya terjadi satu transaksi pada malam hari. Bagi sebagian besar masyarakat mungkin berpikir bahwa pasar malam sangatlah sederhana dan tidak semegah dengan mall-mall yang berdiri kokoh di sepanjang sudut-sudut kota besar. Akan tetapi, sebagian besar yang memiliki penghasilan pas-pasan untuk mengcukupi hidupnya, mungkin pasar malam sangatlah cocok untuk melepaskan segala kepenatan yang ada dalam kehidupan. Apakah itu tentang asmara, masalah kehidupan sehari-hari atau apalah, aku juga tak tahu itu. Terkadang aku iri kepada mereka yang memiliki uang banyak dan melimpah, mereka bisa melakukan apa saj yang mereka inginkan. Mereka dapat membeli barang-barang mewah yang ada di mall-mall, menikmati makanan yang ada di mall-mall dan menikmati segala fasilitas yang ada di dalamnya. Tapi apalah buat mereka yang hidup di kehidupan yang serba pas-pasan, tak dapat menikmati itu semua jika tak memiliki penghasilan lebih. Hanya pasar malamlah, tempat mereka melepaskan segala kepenatan mereka dalam sehari. Walaupun makanannya hanya beralaskan tenda plastik, duduk di sebuah bangku panjang dan hanya makan di meja kayu yang sudah tak utuh catnya. Terkadang m=bagi mereka yang memiliki uang banyak, meremehkan pasar malam. Asalan mereka pun beragam, mulai dari kebersihan hingga keamanannya. Mereka lebih memilih mall-mall untuk menghabiskan uang mereka yang telah mereka terima dari bos-bos mereka. Pasar malam, hanyalah sebuah kawasan yang tak menetap pada satu tempat. Terkadang berpindah-pindah untuk mencari wilayah-wilayah yang memiliki minat kepada pedagang yang ada di dalamnya. Tak sama dengan mall-mall, pasar malam hanyalah sebuah pasar yang menyediakan sarana yang tak semegah dengan mall-mall. Itulah pasar malam, selalu ada di antara megahnya mall-mall yang ada. Karena pasar malam merupakan solusi untuk mereka yang memiliki penghasilan rendah. Tetaplah hidup pasar malam, walaupun mall-mall kini menjulang tinggi di antara pasar malam.

Kesepianku

By : Andri Adi Gunawan



Mungkin tak semua orang bisa merasakan yang namanya kebahagiaan, tak jarang diantara kita yang masih menghadapi yang namanya kesepian, terkadang itu pula yang kurasakan di saat orang-orang lainnya merasakan kesenangan dan kebahagiaan dan aku hanya duduk menyendiri tanpa seseorang yang ingin menemaniku di malam yang sunyi ini. Hanya kicauan jangkrik yang trus berbunyi dan dentuman kembang api yang terus mewarnai langit-langit malam yang tanpa bintang. Hanya akulah yang mungkin bisa merasakannya kesunyian ini yang sakitnya sampai menusuk hati dan melemaskan seluruh badanku untuk beraktifitas seperti biasanya. Seseorang yang ku anggap dapat menghilangkan kesepian ini hanya bisa bersenang-senang. Yaaaa, walaupun aku ingin menghentikannya tapi ku pikir, aku tak punya hak untuk menentukan kebahagiaan orang lain juga. Ku pendam rasa kesepian ini seorang diri, hanya aku yang ingin merasaknnya. Aku tak ingin membuat orang-orang disekitarku merasakannya juga. Ku terus berupaya membuat mereka tersenyum dan tak merasakn kesepian seperti apa yang biasa ku rasakan. Yaaaa, beginilah hidupku. Hidup yang tak tentu arahnya. Hanya berjalan mengikuti arus yang mengalir, yang menghanyutkanku hingga diujung muara sungai kehidupanku. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku tak ingin masuk ke dalam dunia yang kelam lagi. Aku tak ingin menikmati lagi yang namanya ura-ura. Kadang ku berpikir, apakah tujuanku datang di kota ini. Kota yang tak seramai dengan kota yang aku tinggali beberapa bulan yang lalu untuk dapat masuk di perguruan tinggi di kota ini. Kota yang memiliki masyarakat mayoritas muslim dan seperti ku hidup di negara Timur Tengah yang rata-rata kaum muslim yang taat agama. Terkadang aku tak mengerti, kenapa mereka sangat membela agama mereka di sebuah negara yang hanya bukan agama mereka saja yang ada. Terkadang ku bertentangan dengan mereka walaupun ku tahu kalau aku juga seagama dengan mereka. Di kota ini, banyak cerita dan kenangan yang tak terlupakan. Dari yyang menyenangkan sampai yang menyakitkan hati. Aku tak tahu, kenapa di kota ini bagaikan kota yang tak terurus. Apakah kota ini memiliki banyak korupto sehingga banyak tikus-tikus yang berkeliaran. Tak di pantai, di perumahan, di tempat umum, semuanya pasti ada tikus-tikus yang berkeliaran. Apakah kota ini sebuah gudang sampah yang banyak menyediakan sampah-sampah untuk para tikus yang berkeliaran. Tak ku mengerti pula, kenapa orang pribumi kota ini sangat bertentangan dengan orang-orang yang berasal dari pulau seberang. Mereka selalunya bertengkar dan pertengkaran mereka terkadang hanya persoalan sepeleh.  Mulai dari tegur-menegur hingga permasalahan suku dan ras. Aku tak tahulah apa yang terjadi dengan kota ini, di manakah letak pemerintah di kota ini. Bagaikan kota ini tanpa seorang pemimpin. Yaaaaa, begitulah sepantasnya. Mengapa? Karena mereka hanya bisa lewat-lewat saja di jalan raya dengan mobil-mobil gagah mereka yang di kawal oleh motor-motor besar kesayangan mereka. Saat ini, aku hanya ingin melampiaskan rasa kesepianku pada tulisan ini. Aku merasakan bahwa aku hanya sekian persen saja dari hidupnya. Aku tak terlalu penting baginya. Yaaaaa, perasaan begitulah yang sering aku rasakan dikala dia bisa tertawa bersama dengan orang-orang di sekitarnya. Aku tahu, mungkin aku salah jika berpikiran begitu. Tapi hanya itulah yang terlintas di pikiranku. Apakah aku berarti baginya? Atau aku hanyalah seseorang yang hanya mengisi harinya di saat dia sedih saja. Masa bodoh dengan semuanya. Yang terpenting ialah, tujuan aku ke kota ini apa? Dan maau ke mana diriku ini setelah semuanya berakhir. Masih banyak gunung kehidupan yang ingin ku daki. Aku tak ingin menyerah begitu saja dengan kehidupanku ini. Aku ingin juga bahagia seperti mereka. Aku ingin juga menggapai segala mimpiku. Aku tak ingin alah dengan mereka. Aku akan membuktikan kepada mereka bahwa akulah yang pantas menduduki puncak tertinggi. Aku takkan menyerah hingga aku tak berdaya lagi. Aku tak ingin jatuh dan terjatuh terus oleh keadaanku. Aku akan memperihatkan kepada mereka, siapakah yang terkuat di antara kita. Apakah aku atau mereka. Akan ku buktikan semua di akhir perjalanan dunia ini. Aku tak akan kalah….

Minggu, 15 Desember 2013

Kuliner Buat Anak Kos-kosan (pondokan) “Mie Dadar Abon-Abon”



Mungkin hampir semua mahasiswa(i) pasti tinggalnya di kos-kosan atau asrama atau pondokan… hehehehe
Dan yang paling sering aku denger, makanannya itu pasti intel ( Indomie Telur),,, pastinya membosankan kalau hanya intel doang yang menjadi pelengkap nasi putihnya.. Pada postingan kali ini, aku mau ngasiih resep sedikit buat rekan-rekan yang ingin menikmati intelnya dengan rasa yang berbeda dari rasa aslinya. Berikut bahan-bahannya. . . .
Bahan :                        
-          Mie instant, kalau aku sih sukanya Indomie Rasa Kari Ayam
-          1 telur yang masih mentah yaaaa,, hehehe
-          1 helai daun bawang merah yang masih segar
-          Garam dapur secukupnya
-          Naaah, yang paling tambah eeuuunaak,, abon-abon,, terserah mau abon-abon apa,, sesuaikan selera aja.
Penyajian:
1.      Masaklah air sampai mendidih lalu rebus mie kira-kira 2 menitanlah lalu matikan api kompornya.
2.      Irislah daun bawang merah dengan panjang kira-kira 0.5 cm
3.      Masukkan ke dalam mangkuk yang bisa muat mienya nanti
4.      Tambahkan sedikit garam (jika tidak suka asin, maka boleh tak pakai garam)
5.      Kemudian masukkan telur ke dalam mangkuk
6.      Setelah itu, tiriskan mie lalu masukkan ke dalam mangkuk
7.      Sebelum diaduk, taburkan abon-abonnya terlebih dahulu
8.      Aduk sampai adonan rata
9.      Masukkan bumbu penyedap mie instant tersebut (jika tak suka yang asin-asin, maka boleh secukupnya saja)
10.  Panaskan minyak di wajan
11.  Jika minyak sudah cukup panaa, tuangkan adonan mienya
12.  Jagalah agar api tidak terlalu besar
13.  Jangan dibalik karena mie dadarnya dapat terbagi nanti, cukup diputar-putar saja agar bawahnya tidak lengket.
14.  Setelah lapisan bawahnya cukup matang maka matikan nyala api kompornya lalu biarkan mie dadar menjadi tidak terlalu panas
15.  Pindahkan ke piring dan mie dadar abon-abon siap disantap….

Note:
Maaf jika ada bahasa atau kata yang tidak mudah dimengerti,, maklum, bukan chef master!!!
Good Luck ;-)

Sabtu, 14 Desember 2013

Jepa, Gaya Pizza Ala Suku Mandar

Ingin menikmati gaya Italia di jazirah Tipalayo Sulawesi Barat mengapa anda tidak mencoba kuliner "Jepa" gaya pizza ala suku Mandar. Generasi muda Mandar kadang berkelakar dan membuat candaan bahwa Jepa memiliki kesamaan dengan Pizza. Entah mengapa seperti itu? mungkin salah satu upaya untuk memperkenalkan Jepa. Dari bentuk mungkin saja mirip tapi dari bahan utama, sangat berbeda Pizza menggunakan bahan dasar tepung sementara Jepa memakai ubi kayu atau singkong sebagai bahan pokoknya.

Jepa Mandar

Jepa adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong atau ubi yang diparut terlebih dahulu kemudian diperas untuk menghilangkan kadar airnya dan kemudian diayak dan dicampurkan dengan parutan buah kelapa untuk memberinya rasa gurih dan nikmat.

Untuk jenis-jenis Jepa, dapat ditemukan dalam berbagai macam modifikasi, pengggolongan jenis Jepa adalah berdasarkan bahan pembuatnya, misalnya saja :
1. Jepa Katong, yaitu jepa yang terbuat dari katong atau sagu
2. Jepa Golla Mamea, yaitu jepa yang memiliki campuran gula merah atau gula aren di dalamnya
3. Jepa-Jepa, yaitu jepa dengan ukuran yang lebih kecil (bahan logistik utama nelayan Mandar saat melaut) yang dibuat dengan membuat permukaan jepa agak tipis lalu kemudian dijemur, setelah dijemur ia kemudian dihancurkan, lalu untuk proses penyajiannya bisa dicampurkan dengan gula aren atau dengan potongan daging kelapa muda.

Untuk membuat kuliner Mandar yang lezat ini, kaum wanita atau ibu-ibu biasa membuatnya dengan alat yang disebut dengan nama "Panjepangang" dengan bentuk seperti piring namun dengan permukaan yang halus terbuat dari tanah liat. Membuat Jepa membutuhkan keterampilan dalam menuang bahan baku diatas panjepangang dengan gerakan yang agak cepat dan terukur, jika terlalu lama memanggangnya maka permukaan jepa akan terlihat hitam, cukup dengan membuatnya berwarna coklat keemasan maka Jepa tersebut sudah bisa diangkat.

*referensi:
http://tommuanemandaronline.blogspot.com/2013/06/jepa-gaya-pizza-ala-suku-mandar.html

Mandar (Sulawesi Barat), Satu Kesatuan Keragaman Budaya Sulawesi Selatan.

Sulawesi selatan dikenal mempunyai empat rumpun suku, masing-masing suku Makasar, Bugis, Toraja dan Mandar. Khusus untuk suku mandar memang secara geografi sudah terpisah dengan Sulawesi selatan, dan sekarang berada di provinsi Sulawesi barat, akan tetapi secara culture dan latar belakang sejarah, kebudayaan suku mandar masih merupakan satu kesatuan dengan ke tiga suku tadi dan merupakan suku yang telah lama mendiami wilayah Sulawei selatan, sehingga ke empat suku tersebut merupakan kesatuan corak kekayaan dan keragaman budaya. Masing-masing suku dan daerah ini, dapat di bedakan dari segi bahasa, kostum yang meliputi cara berpakaian dan warna khas baju, sarung serta ciri tariannya Adapun tari-tarian tradisional dapat kita jumpai di beberapa daerah, diantaranya adalah :
1. Tari Pakkarena
Berasal dari rumpun daerah Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Bulukumba dan Makasar.
2. Tari Pajaga
Berasal dari rumpun daerah Bugis, meliputi daerah Wajo, Soppeng, Luwu, dan Pinrang.
3. Tari Pa'gellu
Berasal dari rumpun daerah Toraja, meliputi Enrekang, dan perbatasan mamasa dan Luwu.
4. Tari Pa'tuddu
Berasal dari rumpun daerah Mandar, meliputi Polman, Majene, dan Mamuju.
5. Tari Pajoge
Berasal dari rumpun daerah Bugis Bone.


Berikut beberapa tarian dari suku Mandar sebagai berikut.
1. Tari Pattuddu Dego
2. Tari Bunake
3. Tari Sayo
4. Tari Saliliya
5. Tari To Eran Batu
6. Tari Paddego
7. Tari Pattuddu Muane










dikutip dari : http://mario-pulana.blogspot.com/2011/03/rumpun-tari-sulawesi-selatan.html

Contoh Makalah Mekanisme Transpor Membran


Berikut contoh makalah mekanisme transpor membran,, yaaa mungkin ada kesalahan dalam penulisannya.....



MAKALAH
MEKANISME TRANSPOR MEMBRAN







OLEH :
ANDDRI ADI GUNAWAN (F1D1 13 049)
NUR RAYANI L. (F1D1 13 047)
SUKMAWATI BADWIN (F1D1 13 039)
YENSI ANDRIANA (F1D1 13 041)

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI
2013








DAFTAR ISI
Cover.................................................................................................................. i
Daftar Isi............................................................................................................ ii
Bab I. Pendahuluan............................................................................................ 1
Bab II. Tinjauan Pustaka................................................................................... 2
Bab III. Metode Praktikum................................................................................ 3
Bab VI. Hasil dan Pembahasan.......................................................................... 6
Bab V. Penutup................................................................................................... 8
Daftar Pustaka................................................................................................... 9






BAB 1
PENDAHULUAN

          Latar Belakang
Mekanisme transpor membran merupakan proses keluar dan masuknya molekul melalui membran sel. Mekanisme transpor membran terbagi atas dua, yaitu transpor aktif dan transpor pasif. Transpor aktif merupakan mekanisme transpor membran yang membutuhkan energi dalam prosesnya. Sedangkan transpor pasif merupakan mekanisme transpor membran yang tidak membutuhkan energi. Transpor pasif terbagi atas empt, yaitu osmosis, difusi, plasmolisis dan deplasmolisis.
 1.2.           
             2. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1.2.1.      Mengamati proses difusi dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
1.2.2.      Mengamati proses difusi suatu larutan.
1.2.3.      Mengamati proses plasmolisis dan deplasmolisis.
1.3.            Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1.3.1.      Dapat mengetahui proses terjadinya difusi dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
1.3.2.      Dapat mengetahui proses terjadinya osmosis suatu larutan.
1.3.3.      Dapt mengetahui proses terjadinya plasmolisis dan deplasmolisis.



BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Difusi dapat berlangsung bila ada perbedaan konsentrasi antara larutan yang dipisahkan oleh membran. Transpor osmosis adalah proses pemindahan pelarut suatu zat melalui membran permeabel  selektif atau membran semi permeabel. Transpor pasif pada prinsipnya serupa dengan difusi biasa, yaitu transpor zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah. (Toha,2005)
Transpor bergantung pada ikatan protein. Pada bakteri gram negatif, transpor  dari beberapa nutrisi dibantu oleh ikatan protein yang terdapat pada ruang periplasmik. Protein ini berfungsi dengan cara memindahkan substrat yang diikat ke dalam membran transpor protein kompleks yang sesuai. (Denise, 2008).
Mekanisme transpor pasif merupakan proses fisik yang tidak perlu mengeluarkan energi seluler atau metabolis, tetapi memakai sumber energi eksternal. Membran sel eukariot ialah alat fotosintetik yang  dapat menangkap sinar matahari. Dinding luar bersifat kontinu sedangkan dinding bagian dalam melekuk-lekuk membentuk sebuah  sistem membran yang disebut lamela. (Martoharsono,  1968)
Jika sel dipindahkan ke alam larutan hipotonik, air akan masuk lebih cepat, sehingga sel ini akan membengkak dan lisis (pecah). Mengkerutnya membran plasma pada sel tumbuhan disebut dengan plasmolisis. Sedangkan kembalinya ke posisi semula disebut deplasmolisis. (Campbell, 2002)









BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1.            Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada hari Selasa, 05 November 2013 pada pukul 09.00 s/d 11.00 WITA. Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar, Uuniversitas Halu Oleo, Kendari.
3.2.            Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut.
No.
Nama Alat
Kegunaan
1.
Beaker Gelas 50 mL
Menampung bahan yang di amati
2.
Mistar
Mengukur bahan yang diamati
3.
Silet
Mengiris daun Rhoe discolor
4.
Mikroskop
Alat yang akan digunakan untuk mengamati sel yang terdapat pada daun Rhoe discolor
5.
Kaca Benda
Sebagai tempat untuk meletakkan bahan yang akan diamati
6.
Kaca Penutup
Menutup bahan yang akan diamati
7.
Pipet
Meneteskan larutan glukosa dengan volume tertentu

Bahan yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut.
No.
Nama Bahan
Kegunaan
1.
Kertas Grafik
Sebagai objek menuliskan grafik hasil pengamatan
2.
Larutan yodium 1%, 5%, dan 10%
Sebagai objek pengamatan
3.
Larutan glukosa 0,1M, 0,2M, 0,3M, 0,4M, dan 0,5M
Sebagai objek pengamatan
4.
Kentang (Solanum tuberosum L.)
Sebagai objek pengamatan
5.
Aquades
Sebagai objek pengamatan
6.
Daun Rhoe Discolor
Sebagai objek pengamatan

3.3.            Prosedur Kerja
                         3.3.1.          Prosedur kerja pada difusi dan osmosis sebagai berikut.
a)      Memotong kentang menjadi 15 kubus berukuran 1 x 1 x 1 cm
b)      Menyiapkan tiga gelas beaker dan memberikan kode A, B, C
c)      Menuangkan masing-masing larutan yodium ke dalam tiga gelas beaker dengan konsentrasi yang berbeda
d)     Memasukkan 5 potongan kentang ke dalam masing-masing gelas.
e)      Mengeluarkan 1 buah potongan kentang setiap 5 menit dari masing-masing gelas dan memotongnya menjadi 2 bagian.
f)       Mengukur jarak larutan yodium yang berdifusi dari tepi ke lapisan bagian tengah.
g)      Menuliskan data yang diperoleh ke dalam tabel.
                         3.3.2.          Prosedur kerja pada plasmolisis dan deplasmolisis sebagai berikut.
a)      Menyiapkan kaca benda dan kaca penutup yang bersih.
b)      Menyayat setipis mungkin epidermis daun Rhoe discolor yang berwarna ungu dan meletakkannya di kaca benda.
c)      Meneteskan aquades dan menutupnya dengan kaca penutup.
d)     Mengamati sayatan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 100 kali.
e)      Meneteskan larutan glukosa 0,1 M pada sisi kanan kaca penutup dengan kertas pengisap da mengamati perubahan yang terjadi.
f)       Mengulangi tahapan kelima dengan menggunakan larutan glukosa 0,2 M, 0,3 M, 0,4 M dan 0,5 M.
g)      Mengulangi langkah-langkah kelima dan keenam dengan perlakuan konsentrasi larutan glukosa secara terbalik ( dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah) dan mengamati perubahan yang terjadi.



BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

  4.1.          Hasil Pengamatan
Data Pengamatan Proses Difusi dan Osmosis
Waktu Difusi (menit)
Jarak Difusi (cm)
1 %
5%
10%
5
0.05
0.1
0.15
10
0.1
0.15
0.2
15
0.15
0.2
0.25
20
0.15
0.2
0.3
25
0.2
0.35
0.4

Grafik Hubungan Antara Waktu dan Jarak Difusi pada Setiap Konsentrasi Yodium (1%, 5%, dan 10%)


  4.2.          Pembahasan
Difusi merupakan suatu pergerakan partikel pada suatu larutan yang bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Dari hasil penelitia yang telh dilakukan, terihat bahwa semakin tinggi konsentrasi yodium yang berikan maka semakin besar pula jarak difusi yang teramati setiap lima menit.
Plasmolisis ialah suatu proses mengerutnya protoplasma yang diikuti dengan penarikan sitoplasma dari dinding sel. Pada penetilian, terlihat dari semakin tinggi konsentrasi glukosa yang di berikan maka proses plasmolisis semakin terlihat. Hal ini terlihat dari perubahan warna pada daun Rhoe discolor dari warna ungu menjadi putih.
Deplasmolisis merupakan menyatunya kembali membran plasma yang telah lepas dari dinding sel. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terlihat bahwa semakin rendah konsentrasi glukosa yang diberika maka proses deplasmolisis semakin terlihat. Hal ini terlihat dari berubahnya warna daun Rhoe discolor dari warna putih menjadi warna ungu dan menyatunya membran plasma.



BAB 5
PENUTUP

5.1.            Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
a)      Semakin besar konsentrasi yodium yang diberikan maka semakin besar pula dampak difusi yang terlihat.
b)      Semakin besar konsentrasi glukosa yang diberikan maka proses plasmolisis yang terlihat dari perubahan warna daun Rhoe discolor dari warna ungu menjadi warna putih.
c)      Semakin rendah konsentrasi glukosa yang diberikan maka proses deplasmolisis semakin besar yang dapat dilihat dari perubahan warna daun Rhoe discolor dari warna putih menjadi biru.
5.2.            Saran
Saran pada penelitian ini ialah sebagai berikut.
a)      Diharapkan agar berhati-hati dalam melakukan penelitian karena mengingat banyak alat-alat yang mudah rusak.
b)      Diharapkan kebersihan dan kerapian ruang laboratorium lebih diperhatikan.



DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Erlangga : Jakarta
Denise, Walker. 2008. Sel dan kehidupan. PT. Tiga Serangkai : Jakarta
Martoharsono,  soehasono. 1968. Biokimia 2 . Universitas Gadjah Mada Press :
Yogyakarta
Toha, Abdul hamid.A. 2005. Biokimia Metabolisme Molekul. Alfabeta : Bogor