HILANG . . .
Bagaikan bintang yang kehilangan sinarnya di siang hari
Bagaikan tulisan pasir yang tersapu ombak
Bagaikan hujn yang melenyapkan bara api
BERJALAN . . .
Bersama kenangan indah
Yang berteman sepi
Dengan ribuan harapan yang mengasyikkan
Namun, menyakitkan hati
DISINI, Hanya . . .
Menunggu
Menanti
Sebuah CAHAYA indah yang kekal abadi
My File, My World
My Design
Jumat, 12 Desember 2014
Jumat, 17 Januari 2014
Pasar Malam Jhy Kwodong
By : Andri Adi Gunawan
Pasar malam ji kwodong, yaaaa cuman sebuah pasar
malam. Di mana terdapat beberapa penjual yang tersedia dan terkadang tersedia
permainan untuk anak-anak dan dewasa. Sebuah tempat yang di sulap menjadi pasar
yang hanya terjadi satu transaksi pada malam hari. Bagi sebagian besar
masyarakat mungkin berpikir bahwa pasar malam sangatlah sederhana dan tidak
semegah dengan mall-mall yang berdiri kokoh di sepanjang sudut-sudut kota
besar. Akan tetapi, sebagian besar yang memiliki penghasilan pas-pasan untuk
mengcukupi hidupnya, mungkin pasar malam sangatlah cocok untuk melepaskan
segala kepenatan yang ada dalam kehidupan. Apakah itu tentang asmara, masalah
kehidupan sehari-hari atau apalah, aku juga tak tahu itu. Terkadang aku iri
kepada mereka yang memiliki uang banyak dan melimpah, mereka bisa melakukan apa
saj yang mereka inginkan. Mereka dapat membeli barang-barang mewah yang ada di
mall-mall, menikmati makanan yang ada di mall-mall dan menikmati segala
fasilitas yang ada di dalamnya. Tapi apalah buat mereka yang hidup di kehidupan
yang serba pas-pasan, tak dapat menikmati itu semua jika tak memiliki
penghasilan lebih. Hanya pasar malamlah, tempat mereka melepaskan segala
kepenatan mereka dalam sehari. Walaupun makanannya hanya beralaskan tenda
plastik, duduk di sebuah bangku panjang dan hanya makan di meja kayu yang sudah
tak utuh catnya. Terkadang m=bagi mereka yang memiliki uang banyak, meremehkan
pasar malam. Asalan mereka pun beragam, mulai dari kebersihan hingga
keamanannya. Mereka lebih memilih mall-mall untuk menghabiskan uang mereka yang
telah mereka terima dari bos-bos mereka. Pasar malam, hanyalah sebuah kawasan
yang tak menetap pada satu tempat. Terkadang berpindah-pindah untuk mencari
wilayah-wilayah yang memiliki minat kepada pedagang yang ada di dalamnya. Tak
sama dengan mall-mall, pasar malam hanyalah sebuah pasar yang menyediakan
sarana yang tak semegah dengan mall-mall. Itulah pasar malam, selalu ada di
antara megahnya mall-mall yang ada. Karena pasar malam merupakan solusi untuk
mereka yang memiliki penghasilan rendah. Tetaplah hidup pasar malam, walaupun
mall-mall kini menjulang tinggi di antara pasar malam.
Kesepianku
By : Andri Adi Gunawan
Mungkin tak semua orang bisa merasakan yang namanya
kebahagiaan, tak jarang diantara kita yang masih menghadapi yang namanya
kesepian, terkadang itu pula yang kurasakan di saat orang-orang lainnya
merasakan kesenangan dan kebahagiaan dan aku hanya duduk menyendiri tanpa
seseorang yang ingin menemaniku di malam yang sunyi ini. Hanya kicauan jangkrik
yang trus berbunyi dan dentuman kembang api yang terus mewarnai langit-langit
malam yang tanpa bintang. Hanya akulah yang mungkin bisa merasakannya kesunyian
ini yang sakitnya sampai menusuk hati dan melemaskan seluruh badanku untuk
beraktifitas seperti biasanya. Seseorang yang ku anggap dapat menghilangkan
kesepian ini hanya bisa bersenang-senang. Yaaaa, walaupun aku ingin
menghentikannya tapi ku pikir, aku tak punya hak untuk menentukan kebahagiaan
orang lain juga. Ku pendam rasa kesepian ini seorang diri, hanya aku yang ingin
merasaknnya. Aku tak ingin membuat orang-orang disekitarku merasakannya juga.
Ku terus berupaya membuat mereka tersenyum dan tak merasakn kesepian seperti
apa yang biasa ku rasakan. Yaaaa, beginilah hidupku. Hidup yang tak tentu
arahnya. Hanya berjalan mengikuti arus yang mengalir, yang menghanyutkanku
hingga diujung muara sungai kehidupanku. Aku tak tahu apa yang harus ku
lakukan. Aku tak ingin masuk ke dalam dunia yang kelam lagi. Aku tak ingin
menikmati lagi yang namanya ura-ura. Kadang ku berpikir, apakah tujuanku datang
di kota ini. Kota yang tak seramai dengan kota yang aku tinggali beberapa bulan
yang lalu untuk dapat masuk di perguruan tinggi di kota ini. Kota yang memiliki
masyarakat mayoritas muslim dan seperti ku hidup di negara Timur Tengah yang
rata-rata kaum muslim yang taat agama. Terkadang aku tak mengerti, kenapa
mereka sangat membela agama mereka di sebuah negara yang hanya bukan agama
mereka saja yang ada. Terkadang ku bertentangan dengan mereka walaupun ku tahu
kalau aku juga seagama dengan mereka. Di kota ini, banyak cerita dan kenangan
yang tak terlupakan. Dari yyang menyenangkan sampai yang menyakitkan hati. Aku
tak tahu, kenapa di kota ini bagaikan kota yang tak terurus. Apakah kota ini
memiliki banyak korupto sehingga banyak tikus-tikus yang berkeliaran. Tak di
pantai, di perumahan, di tempat umum, semuanya pasti ada tikus-tikus yang
berkeliaran. Apakah kota ini sebuah gudang sampah yang banyak menyediakan
sampah-sampah untuk para tikus yang berkeliaran. Tak ku mengerti pula, kenapa
orang pribumi kota ini sangat bertentangan dengan orang-orang yang berasal dari
pulau seberang. Mereka selalunya bertengkar dan pertengkaran mereka terkadang
hanya persoalan sepeleh. Mulai dari
tegur-menegur hingga permasalahan suku dan ras. Aku tak tahulah apa yang
terjadi dengan kota ini, di manakah letak pemerintah di kota ini. Bagaikan kota
ini tanpa seorang pemimpin. Yaaaaa, begitulah sepantasnya. Mengapa? Karena
mereka hanya bisa lewat-lewat saja di jalan raya dengan mobil-mobil gagah
mereka yang di kawal oleh motor-motor besar kesayangan mereka. Saat ini, aku
hanya ingin melampiaskan rasa kesepianku pada tulisan ini. Aku merasakan bahwa
aku hanya sekian persen saja dari hidupnya. Aku tak terlalu penting baginya.
Yaaaaa, perasaan begitulah yang sering aku rasakan dikala dia bisa tertawa
bersama dengan orang-orang di sekitarnya. Aku tahu, mungkin aku salah jika
berpikiran begitu. Tapi hanya itulah yang terlintas di pikiranku. Apakah aku
berarti baginya? Atau aku hanyalah seseorang yang hanya mengisi harinya di saat
dia sedih saja. Masa bodoh dengan semuanya. Yang terpenting ialah, tujuan aku
ke kota ini apa? Dan maau ke mana diriku ini setelah semuanya berakhir. Masih
banyak gunung kehidupan yang ingin ku daki. Aku tak ingin menyerah begitu saja
dengan kehidupanku ini. Aku ingin juga bahagia seperti mereka. Aku ingin juga
menggapai segala mimpiku. Aku tak ingin alah dengan mereka. Aku akan
membuktikan kepada mereka bahwa akulah yang pantas menduduki puncak tertinggi.
Aku takkan menyerah hingga aku tak berdaya lagi. Aku tak ingin jatuh dan
terjatuh terus oleh keadaanku. Aku akan memperihatkan kepada mereka, siapakah
yang terkuat di antara kita. Apakah aku atau mereka. Akan ku buktikan semua di
akhir perjalanan dunia ini. Aku tak akan kalah….
Minggu, 15 Desember 2013
Kuliner Buat Anak Kos-kosan (pondokan) “Mie Dadar Abon-Abon”
Mungkin hampir
semua mahasiswa(i) pasti tinggalnya di kos-kosan atau asrama atau pondokan…
hehehehe
Dan yang paling sering
aku denger, makanannya itu pasti intel ( Indomie Telur),,, pastinya membosankan
kalau hanya intel doang yang menjadi pelengkap nasi putihnya.. Pada postingan
kali ini, aku mau ngasiih resep sedikit buat rekan-rekan yang ingin menikmati
intelnya dengan rasa yang berbeda dari rasa aslinya. Berikut bahan-bahannya. .
. .
Bahan
:
-
Mie instant,
kalau aku sih sukanya Indomie Rasa Kari Ayam
-
1 telur yang
masih mentah yaaaa,, hehehe
-
1 helai daun
bawang merah yang masih segar
-
Garam dapur
secukupnya
-
Naaah, yang
paling tambah eeuuunaak,, abon-abon,, terserah mau abon-abon apa,, sesuaikan
selera aja.
Penyajian:
1. Masaklah air sampai mendidih lalu rebus mie kira-kira
2 menitanlah lalu matikan api kompornya.
2. Irislah daun bawang merah dengan panjang kira-kira 0.5
cm
3. Masukkan ke dalam mangkuk yang bisa muat mienya nanti
4. Tambahkan sedikit garam (jika tidak suka asin, maka
boleh tak pakai garam)
5. Kemudian masukkan telur ke dalam mangkuk
6. Setelah itu, tiriskan mie lalu masukkan ke dalam
mangkuk
7. Sebelum diaduk, taburkan abon-abonnya terlebih dahulu
8. Aduk sampai adonan rata
9. Masukkan bumbu penyedap mie instant tersebut (jika tak
suka yang asin-asin, maka boleh secukupnya saja)
10. Panaskan minyak di wajan
11. Jika minyak sudah cukup panaa, tuangkan adonan mienya
12. Jagalah agar api tidak terlalu besar
13. Jangan dibalik karena mie dadarnya dapat terbagi nanti,
cukup diputar-putar saja agar bawahnya tidak lengket.
14. Setelah lapisan bawahnya cukup matang maka matikan
nyala api kompornya lalu biarkan mie dadar menjadi tidak terlalu panas
15. Pindahkan ke piring dan mie dadar abon-abon siap
disantap….
Note:
Maaf jika ada
bahasa atau kata yang tidak mudah dimengerti,, maklum, bukan chef master!!!
Good Luck ;-)
Sabtu, 14 Desember 2013
Jepa, Gaya Pizza Ala Suku Mandar
Ingin menikmati gaya Italia di jazirah Tipalayo Sulawesi Barat mengapa
anda tidak mencoba kuliner "Jepa" gaya pizza ala suku Mandar. Generasi
muda Mandar kadang berkelakar dan membuat candaan bahwa Jepa memiliki
kesamaan dengan Pizza. Entah mengapa seperti itu? mungkin salah satu
upaya untuk memperkenalkan Jepa. Dari bentuk mungkin saja mirip tapi
dari bahan utama, sangat berbeda Pizza menggunakan bahan dasar tepung
sementara Jepa memakai ubi kayu atau singkong sebagai bahan pokoknya.

Jepa adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong atau ubi yang diparut terlebih dahulu kemudian diperas untuk menghilangkan kadar airnya dan kemudian diayak dan dicampurkan dengan parutan buah kelapa untuk memberinya rasa gurih dan nikmat.
Untuk jenis-jenis Jepa, dapat ditemukan dalam berbagai macam modifikasi, pengggolongan jenis Jepa adalah berdasarkan bahan pembuatnya, misalnya saja :
1. Jepa Katong, yaitu jepa yang terbuat dari katong atau sagu
2. Jepa Golla Mamea, yaitu jepa yang memiliki campuran gula merah atau gula aren di dalamnya
3. Jepa-Jepa, yaitu jepa dengan ukuran yang lebih kecil (bahan logistik utama nelayan Mandar saat melaut) yang dibuat dengan membuat permukaan jepa agak tipis lalu kemudian dijemur, setelah dijemur ia kemudian dihancurkan, lalu untuk proses penyajiannya bisa dicampurkan dengan gula aren atau dengan potongan daging kelapa muda.
Untuk membuat kuliner Mandar yang lezat ini, kaum wanita atau ibu-ibu biasa membuatnya dengan alat yang disebut dengan nama "Panjepangang" dengan bentuk seperti piring namun dengan permukaan yang halus terbuat dari tanah liat. Membuat Jepa membutuhkan keterampilan dalam menuang bahan baku diatas panjepangang dengan gerakan yang agak cepat dan terukur, jika terlalu lama memanggangnya maka permukaan jepa akan terlihat hitam, cukup dengan membuatnya berwarna coklat keemasan maka Jepa tersebut sudah bisa diangkat.
*referensi:
http://tommuanemandaronline.blogspot.com/2013/06/jepa-gaya-pizza-ala-suku-mandar.html

Jepa adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong atau ubi yang diparut terlebih dahulu kemudian diperas untuk menghilangkan kadar airnya dan kemudian diayak dan dicampurkan dengan parutan buah kelapa untuk memberinya rasa gurih dan nikmat.
Untuk jenis-jenis Jepa, dapat ditemukan dalam berbagai macam modifikasi, pengggolongan jenis Jepa adalah berdasarkan bahan pembuatnya, misalnya saja :
1. Jepa Katong, yaitu jepa yang terbuat dari katong atau sagu
2. Jepa Golla Mamea, yaitu jepa yang memiliki campuran gula merah atau gula aren di dalamnya
3. Jepa-Jepa, yaitu jepa dengan ukuran yang lebih kecil (bahan logistik utama nelayan Mandar saat melaut) yang dibuat dengan membuat permukaan jepa agak tipis lalu kemudian dijemur, setelah dijemur ia kemudian dihancurkan, lalu untuk proses penyajiannya bisa dicampurkan dengan gula aren atau dengan potongan daging kelapa muda.
Untuk membuat kuliner Mandar yang lezat ini, kaum wanita atau ibu-ibu biasa membuatnya dengan alat yang disebut dengan nama "Panjepangang" dengan bentuk seperti piring namun dengan permukaan yang halus terbuat dari tanah liat. Membuat Jepa membutuhkan keterampilan dalam menuang bahan baku diatas panjepangang dengan gerakan yang agak cepat dan terukur, jika terlalu lama memanggangnya maka permukaan jepa akan terlihat hitam, cukup dengan membuatnya berwarna coklat keemasan maka Jepa tersebut sudah bisa diangkat.
*referensi:
http://tommuanemandaronline.blogspot.com/2013/06/jepa-gaya-pizza-ala-suku-mandar.html
Mandar (Sulawesi Barat), Satu Kesatuan Keragaman Budaya Sulawesi Selatan.
Sulawesi selatan dikenal mempunyai empat rumpun suku, masing-masing suku
Makasar, Bugis, Toraja dan Mandar. Khusus untuk suku mandar memang
secara geografi sudah terpisah dengan Sulawesi selatan, dan sekarang
berada di provinsi Sulawesi barat, akan tetapi secara culture dan latar
belakang sejarah, kebudayaan suku mandar masih merupakan satu kesatuan
dengan ke tiga suku tadi dan merupakan suku yang telah lama mendiami
wilayah Sulawei selatan, sehingga ke empat suku tersebut merupakan
kesatuan corak kekayaan dan keragaman budaya. Masing-masing suku dan
daerah ini, dapat di bedakan dari segi bahasa, kostum yang meliputi cara
berpakaian dan warna khas baju, sarung serta ciri tariannya Adapun tari-tarian tradisional dapat kita jumpai di beberapa daerah, diantaranya adalah :
1. Tari Pakkarena
Berasal dari rumpun daerah Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Bulukumba dan Makasar.
2. Tari Pajaga
Berasal dari rumpun daerah Bugis, meliputi daerah Wajo, Soppeng, Luwu, dan Pinrang.
3. Tari Pa'gellu
Berasal dari rumpun daerah Toraja, meliputi Enrekang, dan perbatasan mamasa dan Luwu.
4. Tari Pa'tuddu
Berasal dari rumpun daerah Mandar, meliputi Polman, Majene, dan Mamuju.
5. Tari Pajoge
Berasal dari rumpun daerah Bugis Bone.
Berikut beberapa tarian dari suku Mandar sebagai berikut.
1. Tari Pattuddu Dego
2. Tari Bunake
3. Tari Sayo
4. Tari Saliliya
5. Tari To Eran Batu
6. Tari Paddego
7. Tari Pattuddu Muane
dikutip dari : http://mario-pulana.blogspot.com/2011/03/rumpun-tari-sulawesi-selatan.html
1. Tari Pakkarena
Berasal dari rumpun daerah Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Bulukumba dan Makasar.
2. Tari Pajaga
Berasal dari rumpun daerah Bugis, meliputi daerah Wajo, Soppeng, Luwu, dan Pinrang.
3. Tari Pa'gellu
Berasal dari rumpun daerah Toraja, meliputi Enrekang, dan perbatasan mamasa dan Luwu.
4. Tari Pa'tuddu
Berasal dari rumpun daerah Mandar, meliputi Polman, Majene, dan Mamuju.
5. Tari Pajoge
Berasal dari rumpun daerah Bugis Bone.
Berikut beberapa tarian dari suku Mandar sebagai berikut.
1. Tari Pattuddu Dego
2. Tari Bunake
3. Tari Sayo
4. Tari Saliliya
5. Tari To Eran Batu
6. Tari Paddego
7. Tari Pattuddu Muane
dikutip dari : http://mario-pulana.blogspot.com/2011/03/rumpun-tari-sulawesi-selatan.html
Contoh Makalah Mekanisme Transpor Membran
Berikut contoh makalah mekanisme transpor membran,, yaaa mungkin ada kesalahan dalam penulisannya.....
MAKALAH
MEKANISME TRANSPOR MEMBRAN
OLEH :
ANDDRI ADI
GUNAWAN (F1D1 13 049)
NUR RAYANI
L. (F1D1 13 047)
SUKMAWATI
BADWIN (F1D1 13 039)
YENSI
ANDRIANA (F1D1 13 041)
JURUSAN
BIOLOGI
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAUAN ALAM
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
2013
DAFTAR ISI
Cover..................................................................................................................
i
Daftar Isi............................................................................................................
ii
Bab I. Pendahuluan............................................................................................
1
Bab II. Tinjauan Pustaka...................................................................................
2
Bab III. Metode Praktikum................................................................................
3
Bab VI. Hasil dan
Pembahasan..........................................................................
6
Bab V. Penutup...................................................................................................
8
Daftar Pustaka...................................................................................................
9
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mekanisme transpor membran merupakan proses keluar dan
masuknya molekul melalui membran sel. Mekanisme transpor membran terbagi atas
dua, yaitu transpor aktif dan transpor pasif. Transpor aktif merupakan mekanisme
transpor membran yang membutuhkan energi dalam prosesnya. Sedangkan transpor
pasif merupakan mekanisme transpor membran yang tidak membutuhkan energi.
Transpor pasif terbagi atas empt, yaitu osmosis, difusi, plasmolisis dan
deplasmolisis.
1.2.
2. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1.2.1.
Mengamati proses
difusi dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
1.2.2.
Mengamati proses
difusi suatu larutan.
1.2.3.
Mengamati proses
plasmolisis dan deplasmolisis.
1.3.
Manfaat
Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1.3.1.
Dapat mengetahui
proses terjadinya difusi dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
1.3.2.
Dapat mengetahui
proses terjadinya osmosis suatu larutan.
1.3.3.
Dapt mengetahui
proses terjadinya plasmolisis dan deplasmolisis.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Difusi
dapat berlangsung bila ada perbedaan konsentrasi antara larutan yang dipisahkan
oleh membran. Transpor osmosis adalah proses pemindahan pelarut suatu zat
melalui membran permeabel selektif atau
membran semi permeabel. Transpor pasif pada prinsipnya serupa dengan difusi
biasa, yaitu transpor zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah.
(Toha,2005)
Transpor
bergantung pada ikatan protein. Pada bakteri gram negatif, transpor dari beberapa nutrisi dibantu oleh ikatan
protein yang terdapat pada ruang periplasmik. Protein ini berfungsi dengan cara
memindahkan substrat yang diikat ke dalam membran transpor protein kompleks
yang sesuai. (Denise, 2008).
Mekanisme
transpor pasif merupakan proses fisik yang tidak perlu mengeluarkan energi
seluler atau metabolis, tetapi memakai sumber energi eksternal. Membran sel
eukariot ialah alat fotosintetik yang
dapat menangkap sinar matahari. Dinding luar bersifat kontinu sedangkan
dinding bagian dalam melekuk-lekuk membentuk sebuah sistem membran yang disebut lamela.
(Martoharsono, 1968)
Jika
sel dipindahkan ke alam larutan hipotonik, air akan masuk lebih cepat, sehingga
sel ini akan membengkak dan lisis (pecah). Mengkerutnya membran plasma pada sel
tumbuhan disebut dengan plasmolisis. Sedangkan kembalinya ke posisi semula
disebut deplasmolisis. (Campbell, 2002)
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1.
Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada hari Selasa, 05 November 2013
pada pukul 09.00 s/d 11.00 WITA. Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar, Uuniversitas Halu Oleo, Kendari.
3.2.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada penelitian ini sebagai
berikut.
No.
|
Nama Alat
|
Kegunaan
|
1.
|
Beaker Gelas 50 mL
|
Menampung bahan yang di amati
|
2.
|
Mistar
|
Mengukur bahan yang diamati
|
3.
|
Silet
|
Mengiris daun Rhoe discolor
|
4.
|
Mikroskop
|
Alat yang
akan digunakan untuk mengamati sel yang terdapat pada daun Rhoe discolor
|
5.
|
Kaca Benda
|
Sebagai tempat untuk meletakkan bahan yang akan diamati
|
6.
|
Kaca Penutup
|
Menutup bahan yang akan diamati
|
7.
|
Pipet
|
Meneteskan larutan glukosa dengan volume
tertentu
|
Bahan yang digunakan pada penelitian ini sebagai
berikut.
No.
|
Nama Bahan
|
Kegunaan
|
1.
|
Kertas Grafik
|
Sebagai objek menuliskan grafik
hasil pengamatan
|
2.
|
Larutan yodium 1%, 5%, dan 10%
|
Sebagai objek pengamatan
|
3.
|
Larutan glukosa 0,1M, 0,2M, 0,3M, 0,4M, dan 0,5M
|
Sebagai objek pengamatan
|
4.
|
Kentang (Solanum tuberosum L.)
|
Sebagai objek pengamatan
|
5.
|
Aquades
|
Sebagai objek pengamatan
|
6.
|
Daun Rhoe Discolor
|
Sebagai objek pengamatan
|
3.3.
Prosedur Kerja
3.3.1.
Prosedur kerja
pada difusi dan osmosis sebagai berikut.
a)
Memotong kentang
menjadi 15 kubus berukuran 1 x 1 x 1 cm
b)
Menyiapkan tiga
gelas beaker dan memberikan kode A, B, C
c)
Menuangkan
masing-masing larutan yodium ke dalam tiga gelas beaker dengan konsentrasi yang
berbeda
d)
Memasukkan 5
potongan kentang ke dalam masing-masing gelas.
e)
Mengeluarkan 1
buah potongan kentang setiap 5 menit dari masing-masing gelas dan memotongnya
menjadi 2 bagian.
f)
Mengukur jarak
larutan yodium yang berdifusi dari tepi ke lapisan bagian tengah.
g)
Menuliskan data
yang diperoleh ke dalam tabel.
3.3.2.
Prosedur kerja
pada plasmolisis dan deplasmolisis sebagai berikut.
a)
Menyiapkan kaca
benda dan kaca penutup yang bersih.
b)
Menyayat setipis
mungkin epidermis daun Rhoe discolor yang berwarna ungu dan meletakkannya di
kaca benda.
c)
Meneteskan
aquades dan menutupnya dengan kaca penutup.
d)
Mengamati
sayatan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 100 kali.
e)
Meneteskan
larutan glukosa 0,1 M pada sisi kanan kaca penutup dengan kertas pengisap da
mengamati perubahan yang terjadi.
f)
Mengulangi tahapan
kelima dengan menggunakan larutan glukosa 0,2 M, 0,3 M, 0,4 M dan 0,5 M.
g)
Mengulangi
langkah-langkah kelima dan keenam dengan perlakuan konsentrasi larutan glukosa
secara terbalik ( dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah) dan
mengamati perubahan yang terjadi.
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.
Hasil Pengamatan
Data
Pengamatan Proses Difusi dan Osmosis
Waktu
Difusi (menit)
|
Jarak
Difusi (cm)
|
||
1 %
|
5%
|
10%
|
|
5
|
0.05
|
0.1
|
0.15
|
10
|
0.1
|
0.15
|
0.2
|
15
|
0.15
|
0.2
|
0.25
|
20
|
0.15
|
0.2
|
0.3
|
25
|
0.2
|
0.35
|
0.4
|
Grafik
Hubungan Antara Waktu dan Jarak Difusi pada Setiap Konsentrasi Yodium (1%, 5%,
dan 10%)
4.2.
Pembahasan
Difusi merupakan suatu pergerakan partikel pada suatu
larutan yang bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Dari hasil
penelitia yang telh dilakukan, terihat bahwa semakin tinggi konsentrasi yodium
yang berikan maka semakin besar pula jarak difusi yang teramati setiap lima
menit.
Plasmolisis ialah suatu proses mengerutnya protoplasma
yang diikuti dengan penarikan sitoplasma dari dinding sel. Pada penetilian,
terlihat dari semakin tinggi konsentrasi glukosa yang di berikan maka proses
plasmolisis semakin terlihat. Hal ini terlihat dari perubahan warna pada daun
Rhoe discolor dari warna ungu menjadi putih.
Deplasmolisis merupakan menyatunya kembali membran
plasma yang telah lepas dari dinding sel. Berdasarkan hasil penelitian yang
telah dilakukan, terlihat bahwa semakin rendah konsentrasi glukosa yang
diberika maka proses deplasmolisis semakin terlihat. Hal ini terlihat dari
berubahnya warna daun Rhoe discolor dari warna putih menjadi warna ungu dan
menyatunya membran plasma.
BAB 5
PENUTUP
5.1.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
a) Semakin besar konsentrasi yodium yang diberikan maka
semakin besar pula dampak difusi yang terlihat.
b) Semakin besar konsentrasi glukosa yang diberikan maka
proses plasmolisis yang terlihat dari perubahan warna daun Rhoe discolor dari
warna ungu menjadi warna putih.
c) Semakin rendah konsentrasi glukosa yang diberikan maka
proses deplasmolisis semakin besar yang dapat dilihat dari perubahan warna daun
Rhoe discolor dari warna putih menjadi biru.
5.2.
Saran
Saran pada
penelitian ini ialah sebagai berikut.
a) Diharapkan agar berhati-hati dalam melakukan
penelitian karena mengingat banyak alat-alat yang mudah rusak.
b) Diharapkan kebersihan dan kerapian ruang laboratorium
lebih diperhatikan.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid
1. Erlangga : Jakarta
Denise, Walker. 2008. Sel dan kehidupan. PT.
Tiga Serangkai : Jakarta
Martoharsono, soehasono. 1968. Biokimia 2 .
Universitas Gadjah Mada Press :
Yogyakarta
Toha, Abdul hamid.A. 2005. Biokimia Metabolisme
Molekul. Alfabeta : Bogor
Langganan:
Komentar (Atom)
