Berikut contoh makalah mekanisme transpor membran,, yaaa mungkin ada kesalahan dalam penulisannya.....
MAKALAH
MEKANISME TRANSPOR MEMBRAN
OLEH :
ANDDRI ADI
GUNAWAN (F1D1 13 049)
NUR RAYANI
L. (F1D1 13 047)
SUKMAWATI
BADWIN (F1D1 13 039)
YENSI
ANDRIANA (F1D1 13 041)
JURUSAN
BIOLOGI
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAUAN ALAM
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
2013
DAFTAR ISI
Cover..................................................................................................................
i
Daftar Isi............................................................................................................
ii
Bab I. Pendahuluan............................................................................................
1
Bab II. Tinjauan Pustaka...................................................................................
2
Bab III. Metode Praktikum................................................................................
3
Bab VI. Hasil dan
Pembahasan..........................................................................
6
Bab V. Penutup...................................................................................................
8
Daftar Pustaka...................................................................................................
9
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mekanisme transpor membran merupakan proses keluar dan
masuknya molekul melalui membran sel. Mekanisme transpor membran terbagi atas
dua, yaitu transpor aktif dan transpor pasif. Transpor aktif merupakan mekanisme
transpor membran yang membutuhkan energi dalam prosesnya. Sedangkan transpor
pasif merupakan mekanisme transpor membran yang tidak membutuhkan energi.
Transpor pasif terbagi atas empt, yaitu osmosis, difusi, plasmolisis dan
deplasmolisis.
1.2.
2. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1.2.1.
Mengamati proses
difusi dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
1.2.2.
Mengamati proses
difusi suatu larutan.
1.2.3.
Mengamati proses
plasmolisis dan deplasmolisis.
1.3.
Manfaat
Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1.3.1.
Dapat mengetahui
proses terjadinya difusi dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
1.3.2.
Dapat mengetahui
proses terjadinya osmosis suatu larutan.
1.3.3.
Dapt mengetahui
proses terjadinya plasmolisis dan deplasmolisis.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Difusi
dapat berlangsung bila ada perbedaan konsentrasi antara larutan yang dipisahkan
oleh membran. Transpor osmosis adalah proses pemindahan pelarut suatu zat
melalui membran permeabel selektif atau
membran semi permeabel. Transpor pasif pada prinsipnya serupa dengan difusi
biasa, yaitu transpor zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah.
(Toha,2005)
Transpor
bergantung pada ikatan protein. Pada bakteri gram negatif, transpor dari beberapa nutrisi dibantu oleh ikatan
protein yang terdapat pada ruang periplasmik. Protein ini berfungsi dengan cara
memindahkan substrat yang diikat ke dalam membran transpor protein kompleks
yang sesuai. (Denise, 2008).
Mekanisme
transpor pasif merupakan proses fisik yang tidak perlu mengeluarkan energi
seluler atau metabolis, tetapi memakai sumber energi eksternal. Membran sel
eukariot ialah alat fotosintetik yang
dapat menangkap sinar matahari. Dinding luar bersifat kontinu sedangkan
dinding bagian dalam melekuk-lekuk membentuk sebuah sistem membran yang disebut lamela.
(Martoharsono, 1968)
Jika
sel dipindahkan ke alam larutan hipotonik, air akan masuk lebih cepat, sehingga
sel ini akan membengkak dan lisis (pecah). Mengkerutnya membran plasma pada sel
tumbuhan disebut dengan plasmolisis. Sedangkan kembalinya ke posisi semula
disebut deplasmolisis. (Campbell, 2002)
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1.
Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada hari Selasa, 05 November 2013
pada pukul 09.00 s/d 11.00 WITA. Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar, Uuniversitas Halu Oleo, Kendari.
3.2.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada penelitian ini sebagai
berikut.
No.
|
Nama Alat
|
Kegunaan
|
1.
|
Beaker Gelas 50 mL
|
Menampung bahan yang di amati
|
2.
|
Mistar
|
Mengukur bahan yang diamati
|
3.
|
Silet
|
Mengiris daun Rhoe discolor
|
4.
|
Mikroskop
|
Alat yang
akan digunakan untuk mengamati sel yang terdapat pada daun Rhoe discolor
|
5.
|
Kaca Benda
|
Sebagai tempat untuk meletakkan bahan yang akan diamati
|
6.
|
Kaca Penutup
|
Menutup bahan yang akan diamati
|
7.
|
Pipet
|
Meneteskan larutan glukosa dengan volume
tertentu
|
Bahan yang digunakan pada penelitian ini sebagai
berikut.
No.
|
Nama Bahan
|
Kegunaan
|
1.
|
Kertas Grafik
|
Sebagai objek menuliskan grafik
hasil pengamatan
|
2.
|
Larutan yodium 1%, 5%, dan 10%
|
Sebagai objek pengamatan
|
3.
|
Larutan glukosa 0,1M, 0,2M, 0,3M, 0,4M, dan 0,5M
|
Sebagai objek pengamatan
|
4.
|
Kentang (Solanum tuberosum L.)
|
Sebagai objek pengamatan
|
5.
|
Aquades
|
Sebagai objek pengamatan
|
6.
|
Daun Rhoe Discolor
|
Sebagai objek pengamatan
|
3.3.
Prosedur Kerja
3.3.1.
Prosedur kerja
pada difusi dan osmosis sebagai berikut.
a)
Memotong kentang
menjadi 15 kubus berukuran 1 x 1 x 1 cm
b)
Menyiapkan tiga
gelas beaker dan memberikan kode A, B, C
c)
Menuangkan
masing-masing larutan yodium ke dalam tiga gelas beaker dengan konsentrasi yang
berbeda
d)
Memasukkan 5
potongan kentang ke dalam masing-masing gelas.
e)
Mengeluarkan 1
buah potongan kentang setiap 5 menit dari masing-masing gelas dan memotongnya
menjadi 2 bagian.
f)
Mengukur jarak
larutan yodium yang berdifusi dari tepi ke lapisan bagian tengah.
g)
Menuliskan data
yang diperoleh ke dalam tabel.
3.3.2.
Prosedur kerja
pada plasmolisis dan deplasmolisis sebagai berikut.
a)
Menyiapkan kaca
benda dan kaca penutup yang bersih.
b)
Menyayat setipis
mungkin epidermis daun Rhoe discolor yang berwarna ungu dan meletakkannya di
kaca benda.
c)
Meneteskan
aquades dan menutupnya dengan kaca penutup.
d)
Mengamati
sayatan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 100 kali.
e)
Meneteskan
larutan glukosa 0,1 M pada sisi kanan kaca penutup dengan kertas pengisap da
mengamati perubahan yang terjadi.
f)
Mengulangi tahapan
kelima dengan menggunakan larutan glukosa 0,2 M, 0,3 M, 0,4 M dan 0,5 M.
g)
Mengulangi
langkah-langkah kelima dan keenam dengan perlakuan konsentrasi larutan glukosa
secara terbalik ( dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah) dan
mengamati perubahan yang terjadi.
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.
Hasil Pengamatan
Data
Pengamatan Proses Difusi dan Osmosis
Waktu
Difusi (menit)
|
Jarak
Difusi (cm)
|
1 %
|
5%
|
10%
|
5
|
0.05
|
0.1
|
0.15
|
10
|
0.1
|
0.15
|
0.2
|
15
|
0.15
|
0.2
|
0.25
|
20
|
0.15
|
0.2
|
0.3
|
25
|
0.2
|
0.35
|
0.4
|
Grafik
Hubungan Antara Waktu dan Jarak Difusi pada Setiap Konsentrasi Yodium (1%, 5%,
dan 10%)
4.2.
Pembahasan
Difusi merupakan suatu pergerakan partikel pada suatu
larutan yang bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Dari hasil
penelitia yang telh dilakukan, terihat bahwa semakin tinggi konsentrasi yodium
yang berikan maka semakin besar pula jarak difusi yang teramati setiap lima
menit.
Plasmolisis ialah suatu proses mengerutnya protoplasma
yang diikuti dengan penarikan sitoplasma dari dinding sel. Pada penetilian,
terlihat dari semakin tinggi konsentrasi glukosa yang di berikan maka proses
plasmolisis semakin terlihat. Hal ini terlihat dari perubahan warna pada daun
Rhoe discolor dari warna ungu menjadi putih.
Deplasmolisis merupakan menyatunya kembali membran
plasma yang telah lepas dari dinding sel. Berdasarkan hasil penelitian yang
telah dilakukan, terlihat bahwa semakin rendah konsentrasi glukosa yang
diberika maka proses deplasmolisis semakin terlihat. Hal ini terlihat dari
berubahnya warna daun Rhoe discolor dari warna putih menjadi warna ungu dan
menyatunya membran plasma.
BAB 5
PENUTUP
5.1.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
a) Semakin besar konsentrasi yodium yang diberikan maka
semakin besar pula dampak difusi yang terlihat.
b) Semakin besar konsentrasi glukosa yang diberikan maka
proses plasmolisis yang terlihat dari perubahan warna daun Rhoe discolor dari
warna ungu menjadi warna putih.
c) Semakin rendah konsentrasi glukosa yang diberikan maka
proses deplasmolisis semakin besar yang dapat dilihat dari perubahan warna daun
Rhoe discolor dari warna putih menjadi biru.
5.2.
Saran
Saran pada
penelitian ini ialah sebagai berikut.
a) Diharapkan agar berhati-hati dalam melakukan
penelitian karena mengingat banyak alat-alat yang mudah rusak.
b) Diharapkan kebersihan dan kerapian ruang laboratorium
lebih diperhatikan.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid
1. Erlangga : Jakarta
Denise, Walker. 2008. Sel dan kehidupan. PT.
Tiga Serangkai : Jakarta
Martoharsono, soehasono. 1968. Biokimia 2 .
Universitas Gadjah Mada Press :
Yogyakarta
Toha, Abdul hamid.A. 2005. Biokimia Metabolisme
Molekul. Alfabeta : Bogor