My Design

My Design

Minggu, 15 Desember 2013

Kuliner Buat Anak Kos-kosan (pondokan) “Mie Dadar Abon-Abon”



Mungkin hampir semua mahasiswa(i) pasti tinggalnya di kos-kosan atau asrama atau pondokan… hehehehe
Dan yang paling sering aku denger, makanannya itu pasti intel ( Indomie Telur),,, pastinya membosankan kalau hanya intel doang yang menjadi pelengkap nasi putihnya.. Pada postingan kali ini, aku mau ngasiih resep sedikit buat rekan-rekan yang ingin menikmati intelnya dengan rasa yang berbeda dari rasa aslinya. Berikut bahan-bahannya. . . .
Bahan :                        
-          Mie instant, kalau aku sih sukanya Indomie Rasa Kari Ayam
-          1 telur yang masih mentah yaaaa,, hehehe
-          1 helai daun bawang merah yang masih segar
-          Garam dapur secukupnya
-          Naaah, yang paling tambah eeuuunaak,, abon-abon,, terserah mau abon-abon apa,, sesuaikan selera aja.
Penyajian:
1.      Masaklah air sampai mendidih lalu rebus mie kira-kira 2 menitanlah lalu matikan api kompornya.
2.      Irislah daun bawang merah dengan panjang kira-kira 0.5 cm
3.      Masukkan ke dalam mangkuk yang bisa muat mienya nanti
4.      Tambahkan sedikit garam (jika tidak suka asin, maka boleh tak pakai garam)
5.      Kemudian masukkan telur ke dalam mangkuk
6.      Setelah itu, tiriskan mie lalu masukkan ke dalam mangkuk
7.      Sebelum diaduk, taburkan abon-abonnya terlebih dahulu
8.      Aduk sampai adonan rata
9.      Masukkan bumbu penyedap mie instant tersebut (jika tak suka yang asin-asin, maka boleh secukupnya saja)
10.  Panaskan minyak di wajan
11.  Jika minyak sudah cukup panaa, tuangkan adonan mienya
12.  Jagalah agar api tidak terlalu besar
13.  Jangan dibalik karena mie dadarnya dapat terbagi nanti, cukup diputar-putar saja agar bawahnya tidak lengket.
14.  Setelah lapisan bawahnya cukup matang maka matikan nyala api kompornya lalu biarkan mie dadar menjadi tidak terlalu panas
15.  Pindahkan ke piring dan mie dadar abon-abon siap disantap….

Note:
Maaf jika ada bahasa atau kata yang tidak mudah dimengerti,, maklum, bukan chef master!!!
Good Luck ;-)

Sabtu, 14 Desember 2013

Jepa, Gaya Pizza Ala Suku Mandar

Ingin menikmati gaya Italia di jazirah Tipalayo Sulawesi Barat mengapa anda tidak mencoba kuliner "Jepa" gaya pizza ala suku Mandar. Generasi muda Mandar kadang berkelakar dan membuat candaan bahwa Jepa memiliki kesamaan dengan Pizza. Entah mengapa seperti itu? mungkin salah satu upaya untuk memperkenalkan Jepa. Dari bentuk mungkin saja mirip tapi dari bahan utama, sangat berbeda Pizza menggunakan bahan dasar tepung sementara Jepa memakai ubi kayu atau singkong sebagai bahan pokoknya.

Jepa Mandar

Jepa adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong atau ubi yang diparut terlebih dahulu kemudian diperas untuk menghilangkan kadar airnya dan kemudian diayak dan dicampurkan dengan parutan buah kelapa untuk memberinya rasa gurih dan nikmat.

Untuk jenis-jenis Jepa, dapat ditemukan dalam berbagai macam modifikasi, pengggolongan jenis Jepa adalah berdasarkan bahan pembuatnya, misalnya saja :
1. Jepa Katong, yaitu jepa yang terbuat dari katong atau sagu
2. Jepa Golla Mamea, yaitu jepa yang memiliki campuran gula merah atau gula aren di dalamnya
3. Jepa-Jepa, yaitu jepa dengan ukuran yang lebih kecil (bahan logistik utama nelayan Mandar saat melaut) yang dibuat dengan membuat permukaan jepa agak tipis lalu kemudian dijemur, setelah dijemur ia kemudian dihancurkan, lalu untuk proses penyajiannya bisa dicampurkan dengan gula aren atau dengan potongan daging kelapa muda.

Untuk membuat kuliner Mandar yang lezat ini, kaum wanita atau ibu-ibu biasa membuatnya dengan alat yang disebut dengan nama "Panjepangang" dengan bentuk seperti piring namun dengan permukaan yang halus terbuat dari tanah liat. Membuat Jepa membutuhkan keterampilan dalam menuang bahan baku diatas panjepangang dengan gerakan yang agak cepat dan terukur, jika terlalu lama memanggangnya maka permukaan jepa akan terlihat hitam, cukup dengan membuatnya berwarna coklat keemasan maka Jepa tersebut sudah bisa diangkat.

*referensi:
http://tommuanemandaronline.blogspot.com/2013/06/jepa-gaya-pizza-ala-suku-mandar.html

Mandar (Sulawesi Barat), Satu Kesatuan Keragaman Budaya Sulawesi Selatan.

Sulawesi selatan dikenal mempunyai empat rumpun suku, masing-masing suku Makasar, Bugis, Toraja dan Mandar. Khusus untuk suku mandar memang secara geografi sudah terpisah dengan Sulawesi selatan, dan sekarang berada di provinsi Sulawesi barat, akan tetapi secara culture dan latar belakang sejarah, kebudayaan suku mandar masih merupakan satu kesatuan dengan ke tiga suku tadi dan merupakan suku yang telah lama mendiami wilayah Sulawei selatan, sehingga ke empat suku tersebut merupakan kesatuan corak kekayaan dan keragaman budaya. Masing-masing suku dan daerah ini, dapat di bedakan dari segi bahasa, kostum yang meliputi cara berpakaian dan warna khas baju, sarung serta ciri tariannya Adapun tari-tarian tradisional dapat kita jumpai di beberapa daerah, diantaranya adalah :
1. Tari Pakkarena
Berasal dari rumpun daerah Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Bulukumba dan Makasar.
2. Tari Pajaga
Berasal dari rumpun daerah Bugis, meliputi daerah Wajo, Soppeng, Luwu, dan Pinrang.
3. Tari Pa'gellu
Berasal dari rumpun daerah Toraja, meliputi Enrekang, dan perbatasan mamasa dan Luwu.
4. Tari Pa'tuddu
Berasal dari rumpun daerah Mandar, meliputi Polman, Majene, dan Mamuju.
5. Tari Pajoge
Berasal dari rumpun daerah Bugis Bone.


Berikut beberapa tarian dari suku Mandar sebagai berikut.
1. Tari Pattuddu Dego
2. Tari Bunake
3. Tari Sayo
4. Tari Saliliya
5. Tari To Eran Batu
6. Tari Paddego
7. Tari Pattuddu Muane










dikutip dari : http://mario-pulana.blogspot.com/2011/03/rumpun-tari-sulawesi-selatan.html

Contoh Makalah Mekanisme Transpor Membran


Berikut contoh makalah mekanisme transpor membran,, yaaa mungkin ada kesalahan dalam penulisannya.....



MAKALAH
MEKANISME TRANSPOR MEMBRAN







OLEH :
ANDDRI ADI GUNAWAN (F1D1 13 049)
NUR RAYANI L. (F1D1 13 047)
SUKMAWATI BADWIN (F1D1 13 039)
YENSI ANDRIANA (F1D1 13 041)

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI
2013








DAFTAR ISI
Cover.................................................................................................................. i
Daftar Isi............................................................................................................ ii
Bab I. Pendahuluan............................................................................................ 1
Bab II. Tinjauan Pustaka................................................................................... 2
Bab III. Metode Praktikum................................................................................ 3
Bab VI. Hasil dan Pembahasan.......................................................................... 6
Bab V. Penutup................................................................................................... 8
Daftar Pustaka................................................................................................... 9






BAB 1
PENDAHULUAN

          Latar Belakang
Mekanisme transpor membran merupakan proses keluar dan masuknya molekul melalui membran sel. Mekanisme transpor membran terbagi atas dua, yaitu transpor aktif dan transpor pasif. Transpor aktif merupakan mekanisme transpor membran yang membutuhkan energi dalam prosesnya. Sedangkan transpor pasif merupakan mekanisme transpor membran yang tidak membutuhkan energi. Transpor pasif terbagi atas empt, yaitu osmosis, difusi, plasmolisis dan deplasmolisis.
 1.2.           
             2. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1.2.1.      Mengamati proses difusi dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
1.2.2.      Mengamati proses difusi suatu larutan.
1.2.3.      Mengamati proses plasmolisis dan deplasmolisis.
1.3.            Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1.3.1.      Dapat mengetahui proses terjadinya difusi dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
1.3.2.      Dapat mengetahui proses terjadinya osmosis suatu larutan.
1.3.3.      Dapt mengetahui proses terjadinya plasmolisis dan deplasmolisis.



BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Difusi dapat berlangsung bila ada perbedaan konsentrasi antara larutan yang dipisahkan oleh membran. Transpor osmosis adalah proses pemindahan pelarut suatu zat melalui membran permeabel  selektif atau membran semi permeabel. Transpor pasif pada prinsipnya serupa dengan difusi biasa, yaitu transpor zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah. (Toha,2005)
Transpor bergantung pada ikatan protein. Pada bakteri gram negatif, transpor  dari beberapa nutrisi dibantu oleh ikatan protein yang terdapat pada ruang periplasmik. Protein ini berfungsi dengan cara memindahkan substrat yang diikat ke dalam membran transpor protein kompleks yang sesuai. (Denise, 2008).
Mekanisme transpor pasif merupakan proses fisik yang tidak perlu mengeluarkan energi seluler atau metabolis, tetapi memakai sumber energi eksternal. Membran sel eukariot ialah alat fotosintetik yang  dapat menangkap sinar matahari. Dinding luar bersifat kontinu sedangkan dinding bagian dalam melekuk-lekuk membentuk sebuah  sistem membran yang disebut lamela. (Martoharsono,  1968)
Jika sel dipindahkan ke alam larutan hipotonik, air akan masuk lebih cepat, sehingga sel ini akan membengkak dan lisis (pecah). Mengkerutnya membran plasma pada sel tumbuhan disebut dengan plasmolisis. Sedangkan kembalinya ke posisi semula disebut deplasmolisis. (Campbell, 2002)









BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1.            Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada hari Selasa, 05 November 2013 pada pukul 09.00 s/d 11.00 WITA. Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar, Uuniversitas Halu Oleo, Kendari.
3.2.            Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut.
No.
Nama Alat
Kegunaan
1.
Beaker Gelas 50 mL
Menampung bahan yang di amati
2.
Mistar
Mengukur bahan yang diamati
3.
Silet
Mengiris daun Rhoe discolor
4.
Mikroskop
Alat yang akan digunakan untuk mengamati sel yang terdapat pada daun Rhoe discolor
5.
Kaca Benda
Sebagai tempat untuk meletakkan bahan yang akan diamati
6.
Kaca Penutup
Menutup bahan yang akan diamati
7.
Pipet
Meneteskan larutan glukosa dengan volume tertentu

Bahan yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut.
No.
Nama Bahan
Kegunaan
1.
Kertas Grafik
Sebagai objek menuliskan grafik hasil pengamatan
2.
Larutan yodium 1%, 5%, dan 10%
Sebagai objek pengamatan
3.
Larutan glukosa 0,1M, 0,2M, 0,3M, 0,4M, dan 0,5M
Sebagai objek pengamatan
4.
Kentang (Solanum tuberosum L.)
Sebagai objek pengamatan
5.
Aquades
Sebagai objek pengamatan
6.
Daun Rhoe Discolor
Sebagai objek pengamatan

3.3.            Prosedur Kerja
                         3.3.1.          Prosedur kerja pada difusi dan osmosis sebagai berikut.
a)      Memotong kentang menjadi 15 kubus berukuran 1 x 1 x 1 cm
b)      Menyiapkan tiga gelas beaker dan memberikan kode A, B, C
c)      Menuangkan masing-masing larutan yodium ke dalam tiga gelas beaker dengan konsentrasi yang berbeda
d)     Memasukkan 5 potongan kentang ke dalam masing-masing gelas.
e)      Mengeluarkan 1 buah potongan kentang setiap 5 menit dari masing-masing gelas dan memotongnya menjadi 2 bagian.
f)       Mengukur jarak larutan yodium yang berdifusi dari tepi ke lapisan bagian tengah.
g)      Menuliskan data yang diperoleh ke dalam tabel.
                         3.3.2.          Prosedur kerja pada plasmolisis dan deplasmolisis sebagai berikut.
a)      Menyiapkan kaca benda dan kaca penutup yang bersih.
b)      Menyayat setipis mungkin epidermis daun Rhoe discolor yang berwarna ungu dan meletakkannya di kaca benda.
c)      Meneteskan aquades dan menutupnya dengan kaca penutup.
d)     Mengamati sayatan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 100 kali.
e)      Meneteskan larutan glukosa 0,1 M pada sisi kanan kaca penutup dengan kertas pengisap da mengamati perubahan yang terjadi.
f)       Mengulangi tahapan kelima dengan menggunakan larutan glukosa 0,2 M, 0,3 M, 0,4 M dan 0,5 M.
g)      Mengulangi langkah-langkah kelima dan keenam dengan perlakuan konsentrasi larutan glukosa secara terbalik ( dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah) dan mengamati perubahan yang terjadi.



BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

  4.1.          Hasil Pengamatan
Data Pengamatan Proses Difusi dan Osmosis
Waktu Difusi (menit)
Jarak Difusi (cm)
1 %
5%
10%
5
0.05
0.1
0.15
10
0.1
0.15
0.2
15
0.15
0.2
0.25
20
0.15
0.2
0.3
25
0.2
0.35
0.4

Grafik Hubungan Antara Waktu dan Jarak Difusi pada Setiap Konsentrasi Yodium (1%, 5%, dan 10%)


  4.2.          Pembahasan
Difusi merupakan suatu pergerakan partikel pada suatu larutan yang bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Dari hasil penelitia yang telh dilakukan, terihat bahwa semakin tinggi konsentrasi yodium yang berikan maka semakin besar pula jarak difusi yang teramati setiap lima menit.
Plasmolisis ialah suatu proses mengerutnya protoplasma yang diikuti dengan penarikan sitoplasma dari dinding sel. Pada penetilian, terlihat dari semakin tinggi konsentrasi glukosa yang di berikan maka proses plasmolisis semakin terlihat. Hal ini terlihat dari perubahan warna pada daun Rhoe discolor dari warna ungu menjadi putih.
Deplasmolisis merupakan menyatunya kembali membran plasma yang telah lepas dari dinding sel. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terlihat bahwa semakin rendah konsentrasi glukosa yang diberika maka proses deplasmolisis semakin terlihat. Hal ini terlihat dari berubahnya warna daun Rhoe discolor dari warna putih menjadi warna ungu dan menyatunya membran plasma.



BAB 5
PENUTUP

5.1.            Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
a)      Semakin besar konsentrasi yodium yang diberikan maka semakin besar pula dampak difusi yang terlihat.
b)      Semakin besar konsentrasi glukosa yang diberikan maka proses plasmolisis yang terlihat dari perubahan warna daun Rhoe discolor dari warna ungu menjadi warna putih.
c)      Semakin rendah konsentrasi glukosa yang diberikan maka proses deplasmolisis semakin besar yang dapat dilihat dari perubahan warna daun Rhoe discolor dari warna putih menjadi biru.
5.2.            Saran
Saran pada penelitian ini ialah sebagai berikut.
a)      Diharapkan agar berhati-hati dalam melakukan penelitian karena mengingat banyak alat-alat yang mudah rusak.
b)      Diharapkan kebersihan dan kerapian ruang laboratorium lebih diperhatikan.



DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Erlangga : Jakarta
Denise, Walker. 2008. Sel dan kehidupan. PT. Tiga Serangkai : Jakarta
Martoharsono,  soehasono. 1968. Biokimia 2 . Universitas Gadjah Mada Press :
Yogyakarta
Toha, Abdul hamid.A. 2005. Biokimia Metabolisme Molekul. Alfabeta : Bogor